Membiasakan Diri Bersifat Jujur

Diposting pada: 2018-04-28, oleh : admin, Kategori: Artikel

Membiasakan Diri Bersifat Jujur

Oleh : Ahmad Taufik, S.Pd.I, M.Pd*

Jujur adalah berkata benar dan sesuai dengan kenyataan. Seseorang disebut jujur apabila berkata sesuai dengan kenyataan. Kejujuran merupakan salah satu perilaku terpuji yang harus dimiliki seorang mukmin. Bukankah Rasul Saw. telah memberikan teladan bagi kita untuk bersikap jujur? Sebagaimana kita ketahui bahwa salah satu sifat wajib bagi Rasul adalah sidiq, yang artinya berkata benar.

Sungguh, Islam melarang umat-Nya berkata dusta. Bahkan dalam sebuah hadits dikatakan bahwa salah satu tanda orang munafik adalah berkata dusta.

Dari Abu Hurairah r.a : Sesungguhnya Rasulullah s.a.w telah bersabda: Tanda-tanda orang munafik ada tiga perkara, yaitu apabila berkata dia berdusta, apabila berjanji dia ingkari dan apabila diberi kepercayaan dia mengkhianatinya.”

Sumber : Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim

 

Kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing ke surga. Sebaliknya, kedustaan itu akan mengantarkan pada kejahatan, dan kejahatan itu akan menggiring ke neraka.

Dari Abdullah ra dari Nabi saw bersabda: "Sesungguhnya kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan itu akan membimbing ke surga, sesungguhnya jika seseorang yang senantiasa berlaku jujur hingga ia akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu akan mengantarkan pada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan itu akan menggiring ke neraka. Dan sesungguhnya jika seseorang yang selalu berdusta sehingga akan dicatat baginya sebagai seorang pendusta."

Sumber: Hadits Riwayat Bukhari

 

 

Contoh penerapan perilaku jujur:

Saat kalian pergi ke suatu tempat, tidak sengaja kalian menemukan dompet di pinggir jalan. Setelah dibuka, ternyata isinya surat-surat berharga, sejumlah uang, kartu ATM  dan kartu identitas. Apa yang akan kalian lakukan ?. Sebagai orang jujur kalian harus mengembalikan dompet dan seluruh isinya secara utuh kepada yang punya. Jangan kalian ambil yang bukan hak kalian. Tentu orang yang kehilangan dompet tersebut sangat sedih dan berharap bisa menemukannya kembali. Bagaimana jika hal ini terjadi pada diri kalian ? tentunya kalian ingin bisa menemukannya kembali secara utuh. Nah, jika kalian menemukan barang yang bukan milik kalian segeralah kembalikan kepada pemiliknya. Sungguh hal ini adalah akhlak yang sangat mulia.

 

*Guru SMAN 1 Karangtengah Demak


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini

Forum Multimedia Edukasi  www.formulasi.or.id